12.1.06

Memori: Hatiku sedih, kenapa ya?

Hari ini aku merasa hidup ku kosong, hampa tanpa arah dan tujuan. Mataku memandang kedepan tapi entah apa yang aku pandang. Otak ku terus berpikir, tapi entah apa yang aku pikir. Ingin aku mengadu pada teman, tapi mulut seakan terkunci tanpa bisa berkata-kata. Hati terasa kosong tanpa irama yang sering menemani. Suasana ini sungguh tidak mengenakkan hati. Andai saja aku bisa berteriak kencang, mungkin bimbang hati akan sedikit berkurang. Tapi ini juga urung aku lakukan karena takut orang-orang disekeliling ku menganggap aku tidak waras alis sudah edan.

Kalau orang bilang aku punya masalah, itu bisa benar tapi bisa juga salah. Bisa benar karena aku merasa dadaku terhimpit batu besar yang tidak kuasa untuk aku gerakkan meskipun untuk jarak satu senti saja. Tapi bisa juga salah karena aku merasa tidak ada masala berat yang sedang menghimpit ku. Inilah yang membuat aku semakin bingung dan bingung saja. Terkadang aku ingin menangais tanpa sebab yang pasti, lasannya karena aku ingin menangis. Itu saja. Teradang aku juga ingin tertawa bebas, juga tanpa alasan. Saat ini rasanya aku sedang ingin menangis.

Kalau ini aku utaraka ke temanku, mereka juga akan terheran-heran. Dan bisa saja menganggap kau benar-benar sudah edan. Kan jadi repot.Akhirnya aku putuskan untuk curhat disini aja. Orang mau anggap aku tidak waras juga tidak apa-apa. Yang pasti dengan curhat ini, ketidakkaruan dalam hati agak sedikit berkurang, dan mudah-mudahan aja bisa hilang.

Sekarang aku lagi sendiri tanpa teman. Uda dulu ya, mau nangis nih, mumpung tidak ada orang. Salam.

1 Comments:

Anonymous nugroho said...

memang terkadang jiwa terkena sindrom sedih yang datang tiba-tiba, namun semua itu sudah pasti ada maksudnya ? ?

11:18 AM  

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

Links to this post:

Create a Link

<< Home